Kampanye Kreatif Zohran Mamdani, Bukti Bahwa Visual Branding Dapat Membentuk Persepsi Publik – Medkraf

Kampanye Kreatif Zohran Mamdani, Bukti Bahwa Visual Branding Dapat Membentuk Persepsi Publik


Halo, sobat kreatif! Kalau kita ngomongin kampanye politik, pasti yang muncul di benak kita adalah baliho raksasa, deretan bendera partai yang memenuhi jalan, ataupun layout dan desain yang itu-itu aja. Tapi, hal itu tidak terjadi pada Zohran Mamdani, seorang calon walikota New York yang melakukan kampanye dengan visual yang eye-catching. Kampanyenya menjadi ramai dibicarakan karena visual branding-nya yang nyentrik, dengan warna khas biru kuning yang bisa dikatakan “merakyat”dikarenakan terinspirasi dari kehidupan masyarakat New York itu sendiri.

Penasaran sama kampanyenya? Yuk simak dibawah!

Terinspirasi Dari Kehidupan Sehari-hari Masyarakat New York

Konsep visual branding yang digunakan tidak dipilih secara iseng semata, namun semua elemen desain termasuk palet warna mendapatkan inspirasi dari kehidupan masyarakat lokal agar mampu menciptakan identitas yang kuat dan relevan dengan kehidupan urban di New York. Dimulai dari palet warna, kampanye Mamdani memilih kombinasi warna seperti biru, kuning mustard, dan oranye terang. Warna-warna ini diambil dari elemen sehari-hari yang biasa ditemukan di kota, taksi kuning, papan reklame bodega (toko kelontong), kartu MetroCard, stiker-stiker yang tertempel pada gerobak, dinding, serta tiang jalanan, dan warna-warna khas yang sering terlihat di jalanan New York itu sendiri.

Font dan tipografi pun dibuat dengan huruf tebal, bayangan (drop shadow), dan gaya visual yang mengingatkan pada poster-poster jadul atau papan tanda toko-toko di sekitar yang bisa dikatakan jauh dari font formal yang identik dengan kampanye politik pada umumnya. Font yang digunakan mulai dari font custom, Union Gothic, dan font hand drawn atau digambar dengan tangan. Kombinasi tipografi, layouting, dan ilustrasi yang tepat dapat membuat poster ataupun merch yang dibuat dapat menyampaikan pesannya dengan baik, yaitu tentang ambisi Zohran untuk membuat biaya hidup di New York menjadi terjangkau bagi kalangan kelas pekerja.

Identitas visual kampanye ini tidak hanya dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat New York saja, namun terinspirasi dari dua elemen budaya yang sangat dekat dengan komunitas pendukung Zohran dan juga latar belakang dari Zohran itu sendiri, yakni estetika ala Bollywood selaku Zohran adalah keturunan dari India.

Pendekatan tersebut membangun kedekatan emosional. Publik merasa bahwa Zohran bukan sosok yang jauh dan terlepas dari keseharian mereka, melainkan termasuk bagian dari komunitas yang memahami budaya, keseharian, dan keresahan mereka sebagai masyarakat umum kelas pekerja.

Otak Dibalik Kampanye Yang Nyentrik

Tidak hanya dari Zohran sendiri, di balik konsep visual ini terdapat dua desainer, yakni Aneesh Bhoopathy dan Phil Ditzler dari Forge Coop. Bhoopathy menjadi perancang dan desainer utama identitas visual kampanye, mulai dari gaya lettering, tipografi, hingga palet warna yang terinspirasi dari elemen kota New York dan lifestyle dari masyarakat itu sendiri dengan gaya urbannya. Ia memastikan setiap poster, stiker, dan materi kampanye memiliki karakter yang kuat dan terasa relevan bagi warga kota. Sementara itu, Ditzler menangani sisi teknis produksi, termasuk pengembangan dan pengelolaan website kampanye serta penyesuaian visual untuk berbagai platform di media online.

Peran Penting Internet dan Media Sosial

Karena tampilannya berbeda dari standar kampanye politik pada umumnya, materi visual Zohran dengan cepat menyebar melalui media sosial. Pengguna internet akan tertarik akan sesuatu yang baru, menarik, dan memiliki kecenderungan untuk membagikan suatu hal yang mereka anggap keren. Semakin banyak pengguna internet yang membagikan postingan, poster, ataupun hal-hal yang terkait, maka pesan-pesan yang disampaikan dari kampanye Zohran Mamdani akan lebih cepat untuk tersebar ke masyarakat luas.

Hal ini menunjukkan bahwa di era digital, visual branding memiliki kekuatan besar untuk memperluas jangkauan pesan politik. Visual yang menarik membuat pesan lebih mudah diterima, diingat, dan dibagikan. Branding yang tepat dapat memperkuat efektivitas komunikasi menjadi lebih cepat dibandingkan dengan gaya penyampaian yang bertele-tele, kaku, dan monoton.

Jadi, Seberapa Kuat Visual Branding dalam Membentuk Persepsi Publik?

Kampanye ini  membuktikan bahwa visual branding dapat membentuk persepsi publik dengan cukup kuat. Namun kesuksesan ini tidak bisa diterapkan langsung begitu saja. Strategi visual Mamdani menjadi efektif karena selaras dengan kultur dan gaya hidup masyarakat New York. 

Hal ini dikarenakan masyarakat urban New York terbiasa menggunakan transportasi umum, berjalan kaki melewati ruang kota dan toko-toko lokal yang dipenuhi oleh stiker, brosur, dan poster yang memiliki gaya desain tersendiri. Mereka juga menghadapi masalah nyata seperti biaya transportasi yang tinggi, harga sewa yang terus naik, dan kebutuhan hidup yang semakin sulit dijangkau yang mana tidak selaras dengan pendapatan masyarakat kelas pekerja atau kelas bawah.

Materi kampanye seperti flyer, brosur, poster, dan stiker ditempatkan di lokasi yang sering dilalui oleh masyarakat. Stasiun subway, halte bus, toko kecil, dan di sekitar ruang publik lainnya. Dengan begitu, masyarakat akan menemui materi visual ini dalam rutinitas keseharian mereka sehingga pesan kampanye akan tersampaikan dengan konsisten.

Ciptakan Visual Branding Mulai Dari Sekarang

Nah, jika kampanye politik dengan identitas visual yang menarik dapat memengaruhi persepsi publik, sama halnya dengan kita membuat visual branding ataupun semacamnya. Jika kita bisa membuat branding dengan elemen-elemen yang relevan dan dapat diterima oleh publik, maka itu akan menjadi komunikasi yang efektif untuk mempromosikan baik itu diri kita, karya kita, organisasi, dan bahkan perusahaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *